Langsung ke konten utama

SERTIFIKASI HALAL GRATIS (SEHATI) DAN REGULER

 LAYANAN Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) dan Reguler



Bersama Tim P3H dan Penyelia Halal PINBAS MUI DIY

WA: 0821.3524.2080

TERM OF REFERENCE (TOR)

Program Pendampingan Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) Kategori Pernyataan Pelaku Usaha (Self Declare) dan Nomor Induk Berusaha (NIB)

bagi perwakilan UMKM produk makanan dan minuman local berbahan nabati

yang ada di Desa atau Kalurahan di D.I. Yogyakarta, Tahun 2023

 

 

I.            PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan Perkembangan UMKM dengan kegiatan ekonomi bisnis warga masyarakat yang ada di Desa atau Kalurahan di DIY perlu terus mendapat perhatian semua pihak yang peduli, tidak hanya dengan motivasi dalam mengelola (managemen) produksinya, pemasarannya, SDM nya, dan laporan keuangannya, tetapi seiring dengan perkembangan jaman, UMKM yang makin meningkat dari segi kuantitas dan belum diimbangi oleh meratanya peningkatan kualitas UMKM, perlu mendapat perhatian dari segi legalitas, modernitas, digitalitas dan globalitas pasarnya. Permasalahan yang dihadapi UMKM perlu didampingi solusinya agar makin baik keadaannya termasuk masalah internal dan eksternal yang dihadapi UMKM selama ini, seperti masih adanya masalah kualitas sumber daya manusia, lemahnya semangat kewirausahaan dari pelaku usaha, terbatasnya akses modal, problem pasar digital, dan terutama faktor legalitas nomor induk berusaha (NIB) & Sertifikasi Halalnya. Saat ini, selama tahun 2023, sedang berjalan kegiatan sosialisasi proses sertifikasi halal gratis (SEHATI) kategori pernyataan pelaku usaha (SELF DECLARE) dari BPJPH Kemenag RI.

MUI DIY melalui komisi ekonomi / lembaga Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY sangat mendukung hal itu dengan bersinergi dan berkolaborasi kepada para pihak yang peduli dengan UMKM, seperti BAZNAS DIY dengan mengadakan kegiatan bagaimana setiap UMKM yang ada di desa atau kelurahan di DIY naik kelas dimulai dari sisi legalitasnya, yang meliputi register nomor induk berusaha (NIB) bagi setiap pelaku usahanya dan sertifikasi halal bagi setiap produk makanan dan minumannya yang berbahan dasar nabati sekaligus untuk mendukung adanya gaya hidup halal di tengah masyarakat.

 

II.            TUJUAN

1.      Mendampingi minimal 100 orang pelaku usaha (PU) UMKM di DIY agar mendapatkan sertifikasi halal dan NIB (nomor induk berusaha) dengan mengisi formulir data PU yang telah disiapkan oleh panitia. Selanjutnya data PU itu diperoses sendiri registernya bersama pendamping Proses Produk Halal (PPH)

2.      Mendampingi PU membuat foto produk yang menarik untuk promosi agar membantu pemasarannya dalam mendapatkan calon konsumennya dengan membawa sampel produk dan foto HP

3.      Mengadakan sosialisasi bagi PU tentang bahan halal dan proses produk halal dengan menyebar materi dalam bentuk ppt untuk dikirim lewat WA peserta untuk dibaca.

4.      Mendampingi PU buat kelompok usaha bersama (KUBE) untuk mengembangkan usahanya dengan hadir di tempat acara bersamaan saat menerima materi pendampingan usaha dan menandatangani daftar hadir yang disediakan panitia

 

III.            TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan Kegiatan Program Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) Kategori Pernyataan Pelaku Usaha (SELF DECLARE) dan membuat NIB bagi UMKM di desa atau kalurahan di D.I. Yogyakarta ini diselenggarakan pada:

Waktu             : Sabtu, 29 Juli 2023

Pukul               : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat            : Aula Gedung DPD DIY Jalan Kusumanegara

 

IV.            PESERTA

Pelaku Usaha (PU) di Desa atau Kalurahan di D.I. Yogyakarta dan ber KTP DIY (data terlampir)

 

V.            NARASUMBER

1.       Ketua KKMB DIY, Tim Konsultan Keuangan Mitra Bank

Motivasi Managemen UMKM dan Regulasi SEHATI SELF DECLARE dari BPJPH

2.     Tim pendamping PPH LP3H UIN Suka YK dan Tim Pendamping PPH KKMB DIY

Praktek Proses Pendampingan SEHATI dan NIB hingga terbit NIB & sertifikat halalnya

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum 20: Indahnya Memaafkan, Melampaui Sekadar Tradisi Jabatan Tangan

  8 April 26: Kultum 20, Indahnya Memaafkan, Melampaui Sekadar Tradisi Jabatan Tangan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hadirin yang dirahmati Allah, Sudah menjadi tradisi kita di Indonesia, ketika Syawal tiba, kita berbondong-bondong melakukan "Salaman" atau Halal bi Halal untuk saling memaafkan. Namun, pertanyaannya: Apakah proses memaafkan itu sudah meresap ke dalam jiwa, ataukah hanya menjadi ritual jabatan tangan yang kering tanpa makna? Memaafkan adalah salah satu bentuk pengendalian hawa nafsu yang paling tinggi. Mengapa? Karena nafsu kita selalu ingin menang, ingin membalas, dan ingin menyimpan dendam agar merasa lebih unggul dari orang lain. Memaafkan: Karakter Mereka yang "Naik Kelas" Dalam Al-Quran, Allah SWT menjanjikan surga bagi orang yang bertakwa, dan salah satu ciri utamanya adalah: "...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." ...

Kultum 21: Menjaga Kedermawanan Tetap Mengalir Setelah Ramadhan

  Kultum 21: Zakat Maal & Sedekah Jariyah Tema: Menjaga Kedermawanan Tetap Mengalir Setelah Ramadhan 1. Mukadimah Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita kesempatan menghirup udara di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam kedermawanan. 2. Zakat Maal: Membersihkan, Bukan Mengurangi Memasuki fase akhir Ramadhan, fokus kita biasanya tertuju pada Zakat Fitrah. Namun, jangan sampai kita melupakan Zakat Maal (zakat harta). Jika Zakat Fitrah adalah pensuci jiwa, maka Zakat Maal adalah pensuci harta. Allah SWT berfirman: "Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103) Seringkali kita merasa sayang mengeluarkan $2,5\%$ . Padahal, secara filosofis, zakat bukanlah pemotongan harta, melainkan pembersihan "kotoran" atau hak orang lain yang tertitip di domp...

Kultum 2: Istiqamah Itu Berat, Yang Ringan Itu Rehat

  Istiqamah Itu Berat, Yang Ringan Itu Rehat   1. Pembukaan (Mukadimah) Mulai dengan Salam, hamdalah, syahadatain dan shalawat.serta satu dalil yang mau dibahas Pancing audiens dengan pernyataan:  "Banyak orang mampu berlari kencang di bulan Ramadhan, namun sedikit yang mampu tetap berjalan konsisten setelah fajar Syawal menyapa." 2. Inti Sari: Mengapa Istiqamah Terasa Berat?  Istiqamah seringkali terasa berat karena kita sering memaksakan "dosis Ramadhan" ke dalam bulan-bulan biasa. Kita lupa bahwa: Istiqamah bukan tentang kecepatan, tapi tentang arah.  Lebih baik berjalan satu senti menuju Allah setiap hari daripada berlari satu kilometer lalu berhenti selamanya. Musuh utama adalah futur (kejenuhan).  Setelah satu bulan penuh dengan jadwal ibadah yang padat, mental manusia secara alami akan mencari "istirahat" ( rehat ). 3. Strategi "Langkah Kecil" agar Tidak Terhenti ...